Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terluas di dunia, menyimpan potensi besar untuk pengembangan pertanian adaptif di lahan berkadar garam tinggi. Salah satu inovasi yang sedang digencarkan adalah budidaya padi Biosalin, varietas unggul yang mampu tumbuh optimal di kondisi salin. Guna memperkuat riset dan implementasinya, Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fokus kerja sama ini adalah pengembangan sistem mina padi salin (integrasi padi dan ikan) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Kolaborasi ini diinisiasi setelah keberhasilan uji tanam padi salin oleh Wali Kota Semarang bersama BRIN. Menurut Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, Kepala Badan Pengelola Kampus UNDIP Jepara, pihaknya siap mendukung pengembangan inovasi berbasis kelautan. “UNDIP berkomitmen menggali potensi maritim, termasuk sinergi dengan BRIN untuk riset padi salin yang berdampak ilmiah, sosial, dan ekonomi,” ujarnya. Harapannya, program ini dapat menjadi solusi ketahanan pangan sekaligus pengentasan kemiskinan di daerah pesisir.
Biosalin, varietas yang dikembangkan BRIN, telah resmi dirilis Kementerian Pertanian pada 2020. Tri Martini Patria, Koordinator Riset BRIN, memaparkan keunggulan dua variannya: Biosalin 1 Agritan dan Biosalin 2 Agritan. Keduanya tidak hanya toleran terhadap salinitas, tetapi juga relatif tahan terhadap serangan wereng coklat, hawar daun, serta penyakit blas. Dengan produktivitas mencapai 8,75 ton/hektar (Biosalin 1) dan 9,06 ton/hektar (Biosalin 2), varietas ini dinilai cocok untuk optimalisasi lahan marginal pesisir.
Keunggulan lain dari sistem mina padi salin adalah pemanfaatan lahan secara efisien dengan menggabungkan pertanian dan perikanan. Model ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani melalui dua komoditas sekaligus. Melalui kolaborasi multidisiplin, UNDIP dan BRIN berupaya menciptakan ekosistem riset yang aplikatif, mendorong kemandirian pangan, serta membuka lapangan kerja di wilayah pesisir Jawa Tengah. Inisiatif ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dan lembaga riset dalam menjawab tantangan global melalui inovasi lokal.







0 Komentar