SEMARANG – Pada hari Kamis, 24 Juni 2021 pukul 08.30-14.30 WIB telah diselenggarakan penandatanganan MoU antara Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia dengan UCLG ASPAC, dalam rangka Konferensi Diseminasi Pembelajaran dan Hasil Program LOCALISE SDGs.
Sebelum MOU ini ditandatangani, Universitas DIponegoro melalui SDGs Center sudah berkolaborasi dengan UCLG – ASPAC melalui beberapa kegiatan Penyusunan Buku Saku untuk Pemda, DPRD, dan Kompilasi Praktik Baik untuk LOCALISE SDGs terkait upaya pencapaian SDGs di tengah pandemi, joint webinar, serta dalam pelatihan-pelatihan di tingkat daerah dan serta penyusunan modul pelatihan. Oleh karenanya, dengan adanya MOU ini diharapkan kolaborasi yang telah terjalin bisa semakin baik, semakin erat dan tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga dengan partner-partner UGLC di Asia Pasifik.
Kerjasama ini mendukung upaya Pemerintah Daerah (Kota / Kabupaten), Asosiasi Pemda, dan Universitas Diponegoro dalam upaya pencapaian SDGs. Beberapa core kompetensi atau interest Universitas Diponegoro yang dapat diberdayakan dalam pencapaian SDGs meliputi area pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiganya adalah pilar, Tridharma Perguruan Tinggi. Sedangkan tema yang menjadi prioritas kerjasama mencakup pengembangan wilayah pesisir beserta potensi dan kompleksitas sosial-ekonominya, yang terangkai secara konsisten dalam Pokok Ilmiah Pengembangan (PIP) UNDIP yaitu COASTAL REGION ECO-DEVELOPMENT. Artikulasi agenda ilmiah kita tersebut diharapkan dapat menyasar berbagai goals dalam SDG, khususnya Goal 1, 2, 3, dan 7, 9, 11 maupun 14, 15 dan 16.








0 Komentar